ALBUM GODBLESS : GODBLESS 1976 (HUMA DI ATAS BUKIT
.
Godbless adalah sebuah sejarah, riwayat panjang di belantara musik rock tanah air, pemilik sejuta cerita di ranah panggung rock. Meski sudah kawak awu, toh group ini tebilang paling panjang umur di Indonesia terlepas dari esensi idealisme, semangat dan motivasinya yang berbeda-beda dalam kurun waktu. Hingga melewati beberapa dekade hingga kini, vacum bangkit, vakum bangkit bagaikan hidup segan matipun tak mau. Jangan tanya lagi soal bongkar pasang personel, group ini sudah andil banyak melahirkan musisi-musisi top tanah air.
Selama awal
perjalanan karir Godbless praktis hanya eksis malang melintang merajai dunia panggung sejak bernama
Crazy Wheelz, untuk urusan rekaman mereka tertinggal dengan group seperti
AKA yang telah beberapa kali melakukan rekaman. Hingga akhirnya tahun 1976 God Bless merilis album pertama dengan judul GOD BLESS. Dengan formasi terbaiknya yang terdiri atas
ACHMAD ALBAR, DONNY FATAH, IAN ANTONO, TEDDY SUJAYA dan
JOCKIE SURYOPRAYOGO. Ini mungkin sebuah jawaban bagi penggemarnya.
Meskipun album dengan banyak tambal sulam pada beberapa materi lagunya, anda patut mengapresiasi lebih, mau tahu alasannya? baik saya jawab,'Godbless adalah rockband pertama tanah air yang berani mengeluarkan sebuah album dengan komposisi 100% rock pada materinya lagu-lagunya' titik. Jangan tanya masalah orisinalitas, bahkan secara jujur dan terang-terangan mereka me-remake lagu
ELEANOR RIGBY milik
THE BEATLES juga lagu
FRIDAY ON MY MIND dari
EASYBEATS yang diaransemen ulang. Dimana banyak menjadikan polemik tatkala para kritikus menyadarinya terdapat intro yang mirip 'Thick As A Brick' nya Jethro Tull. Juga pada beberapa lagu nyempil nada-nada
GENESIS pada lagu
'firth of fifth' begitupun nyempil kemiripan
'Stormbringer' DEEP PURPLE pada lagu
'Rock di Udara'.
Masalah remake-meremake sebenarnya sih sudah barang biasa, sebuah supergroup sekalipun banyak yang melakukannya, sebutlah lagu
'Help!' atau
'We Can Work It Out' milik
The Beatles yang pernah di remake
Deep Purple sebagai contoh. Kita sebagai orang yang tinggal menikmati jerih karya mereka melalui kuping, ya cukup excuse dengan kasus mirip-mirip dari sisi aransemen pada lagu-lagu di album ini, dengan kalimat sopan adalah sebuah hal yang wajar untuk album debutan yang merupakan bagian dari proses pencarian jati diri sebuah warna musik. So bertindaklah adil dan jangan terlalu nyinyir, bukankah band sebesar The Beatles pun memiliki sebuah Intro yang sama dengan anthem Perancis pada lagu 'All you need is Love' ?