SEJARAH PENEMUAN KERTAS, BUKU DAN PERCETAKAN.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan. Kertas dan buku adalah merupakan salah satu hal paling penting yang merubah peradaban manusia. Buku yang kita baca saat ini terbuat dari kertas. Tulisan dan gambarnya dicetak pada kertas tadi. Tidak hanya buku, saat ini terdapat banyak barang selain buku yang terbuat dari kertas. 

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Sejarah Penemuan Kertas. Pada zaman dahulu sebelum ada kertas, orang-orang menulis menggunakan benda disekitarnya, tanah liat, lempengan batu, dinding goa dll. Orang Asyria (Asyur) di Mesopptamia kuno (Irak Utara) menulis dengan lempengan tanah liat. Alat tulisnya ialah kayu atau tulang yang ujungnya dibuat runcing. Lempengan tanah liat itu kemudian dijemur agar tidak mudah pecah.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Orang Asyiria tengah menulis pada lempeng tanah liat
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Yang mula-mula membuat sejenis kertas ialah orang Mesir. Tepatnya dibuat dari tanaman air yang disebut Papirus. Papirus itu dibuat pipih kemudian dianyam sehingga menjadi lembaran-lembaran. Lembaran itu kemudian dipukul-pukul dan permukaannya diperhalus agar mudah ditulisi. Beberapa lembaran disatukan sehingga menjadi gulungan.
 
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Gulungan Kertas Papirus Mesir

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Kertas yang sesungguhnya dibuat pertama kali di negara Cina. Sejarah awal mula penemuan kertas ini pertama kali di Tiongkok kuno, yang mana pada abad ke-2 SM, seorang pria bernama Cai Lun mengembangkan teknik pembuatan kertas. Saat itu kertas dibuat dari pakaian bekas atau serat bambu yang dilumatkan menjadi bagian-bagian kecil. Dicampur air sehingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas itu dituang di dalam saringan, airnya menetes melalui saringan sedangkan sarinya akan tertinggal. Sesudah dikeringkan dan dibuat lembaran-lembaran diperoleh kertas yang siap untuk ditulisi. Selama puluhan tahun lamanya orang Cina merahasiakan cara pembuatan kertas yang mereka gunakan.
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Proses Pembuatan Kertas Pertama kali oleh orang China

Kertas-kertas kuno orang China

Di tempat lain banyak orang juga menggunakan perkamen untuk menulis. Perkamen dibuat dari kulit binatang yang digosok dengan batu sampai halus. Perkamen yang sudah ditulisi sering dilipat dan di jilid menjadi sebuah buku. Banyak Buku ditulis oleh para biarawan. Semuanya harus ditulis tangan, untuk menyelesaikan sebuah buku diperlukan waktu lama sekali. Maka dari itu, pada masa tersebut Buku merupakan barang yang sangat berharga. Agar buku tidak dicuri, buku-buku itu dirantai pada sebuah rak.
Jaman dahulu Buku sangat berharga sehingga harus dirantai

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Pembuatan perkamen

Seiring berjalannya waktu orang mulai mencari cara yang lebih cepat untuk membuat buku. Setiap halaman buku yang dicetak pertama kali diukirkan pada kayu. Kemudian Johann Gutenberg menemukan cara membuat huruf-huruf dari logam. Huruf-huruf itu dapat disusun menjadi halaman buku yang siap untuk dicetak.
 
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Johann Gutenberg membuat huruf dari logam
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Cetakan, Stempel Baja, Matris dan Huruf

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Cetakan dituang logam panas

Dalam hal ini Johann Gutenberg membuat stempel baja untuk setiap huruf. Stempel baja itu ditekan dengan kuat pada blog perunggu yang disebut matris, sehingga pada matris itu tertera bentuk huruf yang tertentu. Matris itu lalu dipasang pada cetakan. Cairan logam panas dituangkan ke dalam cetakan. Sesudah kering logam itu membentuk huruf.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Huruf-huruf yang tersimpan dalam kotak khusus
 
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Huruf-huruf yang sudah tersusun sesuai Naskah

Pada saat itu untuk membuat sebuah gambar pada kertas, terlbih dahulu gambar-gambar diukir pada kayu dan menjadi klise kayu. Klise itu digunakan untuk mencetak salinan gambar tadi. Untuk mencetak buku, huruf-huruf itu harus disusun petugasnya disebut compositor. Huruf-huruf itu tersimpan dalam kotak khusus. kadang-kadang kotak penyimpan huruf itu dibagi dua: satu bagian untuk huruf kecil satu bagian lagi untuk huruf besar.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Kompositor sedang memilih ukuran dan jenis huruf

Kotak penyimpanan huruf dibagi menjadi bagian kecil-kecil dimana setiap bagian berisi satu macam huruf, dengan ukuran dan bentuk yang tertentu. Huruf besar, ada yang kecil. Ada yang gemuk ada yang kurus. Ada yang model lama ada yang model baru. Compositor memilih ukuran dan jenis huruf, sesuai dengan buku yang akan dicetak.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Mencetak buku dengan cara Johann Gutenberg ini membutuhkan waktu yang lebih cepat daripada menulis dengan tangan, akan tetapi masih dianggap kurang cepat juga. Sehingga diperlukan cara yang lebih cepat lagi. Maka dibuat alat cetak yang menggunakan mesin. Mesin cetak baru tersebut lebih cepat daripada alat yang dijalankan dengan tangan. Dimana mesin cetak ini dapat mencetak 4200 lembar koran setiap jam . Sementara itu mesin cetak tangan hanya dapat mencetak 30 lembar koran setiap jam.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Mesin cetak pertama

Pada saat itu menyusun huruf dengan tangan memerlukan waktu yang lama. Orang Amerika berhasil membuat mesin penyusunan huruf. Mesin itu disebut Linotype. Linotype merupakan mesin penyusun huruf yang dapat menghasilkan satu baris huruf. Mesin penyusun huruf lainnya adalah Monotype. Monotype gunanya untuk menyusun huruf satu persatu. Penyusun huruf duduk di depan kunci yang mirip kunci mesin ketik.
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sebuah mesin Linotype dan seorang operator

Banyak orang mulai mencoba membuat kertas seperti orang Cina mereka mencelupkan nampan kawat ke dalam bubur kertas. Airnya mengalir melalui kawat, sedangkan sarinya tertinggal di atas nampan. Sari kertas itu kemudian dicetak dalam kerangka dan di tempat agar kering. Hasilnya ialah lembaran kertas. Lembaran kertas itu lalu dikeringkan di gudang.

Membuat kertas dengan tangan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali sehingga para pembuat kertas tidak dapat melayani kebutuhan para pencetak buku. Maka orang membuat mesin, yang dapat membuat kertas dengan cepat. Kertas buatan mesin ini bentuknya panjang sekali.

Untuk membuat bubur kertas diperlukan kayu yang banyak sekali sehingga untuk keperluan itu banyak ditanam pohon di hutan sebagai kebutuhan untuk membuat bubur kertas. Setiap menebang pohon, ditanam pohon baru supaya selalu ada persediaan untuk kemudian hari.

Hutan untuk keperluan pulp

Proses Pembuatan Bubur Kertas.
Balok kayu dihanyutkan di sungai menuju pabrik, di dalam pabrik itu balok kayu dikupas kulitnya dengan mesin. Kemudian kayu dipotong menjadi bagian kecil-kecil. Potongan-potongan kayu tersebut dibersihkan, dimasak dan dikeringkan. Hasilnya ialah bubur kertas kering bubur kertas kering.

Kemudian bubur kertas kering itu dicampur dengan air dalam bejana pembasahan. Sesudah dicampur air, lalu dituang ke dalam salah satu ujung dari mesin pembuat kertas. Dan akan keluar dari ujung yang satunya dalam bentuk kertas. 

Bubur kertas dituangkan pada saringan kawat. Airnya mengalir ke bawah melalui saringan. Karena tekanan yang sangat kuat dari roll penekan, maka air yang masih tersisa keluar. Lalu kertas yang masih basah itu dikeringkan dengan roll yang panas. Sesudahnya digulung pada roll yang besar.
 

Cara mencetak yang ditemukan oleh Johann Gutenberg disebut dengan Letterpress. Pada proses cetak Leterpress hanya bagian huruf yang terangkat saja yang menyentuh tinta atau kertas.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Mesin leterpress ini mencetak koran dan melipatnya sekaligus.

Ada cara lain untuk mencetak, yang disebut dengan Gravur. Sistem cetakan Gravur ini huruf yang akan dicetak dibuat pada permukaan roll. Pada lekukan-lekukan yang diakibatkan oleh huruf dimasukkan tinta. Tinta akan melekat pada kertas yang terlewati roll tadi.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Ini sebuah mesin Gravur raksasa. Mesin ini mencetak majalah dan melipatnya sekaligus.

Cara lain untuk mencetak adalah yang disebut Litografi. Gagasan untuk mencetak dengan cara Litografi ini timbul karena tinta berlemak tidak dapat bercampur dengan air. Litografi mula-mula menggunakan lempengan batu. Batu itu digambari dengan tinta berlemak, kemudian dibasahi dengan air. Jika kemudian diberi tinta, tinta hanya melekat pada bagian yang berlemak. Gambar yang bertindak itu kemudian dicetak pada kertas.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Proses mencetak dengan Litografi
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Pada perkembangan selanjutnya Mesin cetak Litho tidak menggunakan batu lagi melainkan diganti dengan logam. Lembaran logam itu disebut pelat. Gambarnya tidak dilukis pada pelat itu. Untuk membuat gambar dan tulisan pada plat digunakan foto dan bahan kimia. Mesin cetak Litho ini mencetak 5 warna secara bergantian pada selembar kertas.
 
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Proses mencetak dengan Litografi

Foto yang digunakan untuk membuat pelat Litho dibuat dengan kamera yang besar. Kamera itu membuat foto dari gambar yang akan dicetak. Gambar itu dipindahkan pada film yang bening. Untuk gambar berwarna, dibuat foto dari masing-masing warna dari gambar itu. Kamera itu juga dapat membuat foto untuk membuat klise leterpress. Jika dicetak dengan leterpress gambar hitam putih dicetak dengan klise garis. Foto-foto dicetak dengan klise raster. Kamera mengubah foto itu menjadi bintik-bintik. Klise dibuat dengan cara membuang bagian gambar yang tidak akan dicetak. Pelat logam dipasang pada kaki yang tingginya sama dengan huruf.

Gambar berwarna dibuat dari tiga warna dasar. Ketiga warna dasar itu adalah Magenta, Cyan dan Kuning. Semua warna lainnya dibuat dengan mencetak tiga warna dasar itu satu di atas yang lainnya. Ketiga cara mencetak tadi, yaitu Leterpress, Lithografi dan Gravur semuanya dapat mencetak gambar berwarna. Gambar berwarna dipecah menjadi bintik-bintik.
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Gambar di bawah menunjukkan bintik-bintik warna itu.
 
Gambar-gambar di bawah ini  menunjukkan Bagaimana buku dibuat pada saat itu. Pengarang membuat isinya, pelukis membuat gambarnya. Isi buku diketik dengan mesin pengeset. Kemudian dipindahkan pada film bening. Mesin pengeset itu dikerjakan oleh petugas yang duduk di depan kunci mirip kunci mesin ketik. Dengan sebuah kamera besar, gambar-gambarnya diubah menjadi foto pada film bening. Untuk masing-masing warna dibuat foto tersendiri. Dengan demikian baik isi maupun gambarnya sudah dipindah pada film bening. Isi dan gambar itu kemudian disusun pada selembar film bening lainnya.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Film itu kemudian ditaruh pada pelat logam, yang sudah dilumuri bahan kimia. Film dan pelat itu kemudian ditaruh pada meja, yang bagian atasnya terbuat dari kaca. Lalu disinari dengan sinar lembayung ultra atau ultraviolet. Sinar menembus film bening terus ke pelat logam. Akhirnya pelat itu dikembangkan menjadi foto.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan

Pelat itu kemudian ditaruh pada mesin cetak, dan halaman-halaman buku itu pun dicetak. Halaman-halaman buku itu dicetak pada kedua muka lembaran kertas yang lebar. Kemudian dimasukkan ke dalam mesin lipat dan dilipat menjadi halaman-halaman buku. Karena lembaran-lembaran itu sudah disusun maka halaman-halaman buku itu pun berurutan.

Perkembangan dunia percetakaan saat ini
Dewasa ini dunia percetakan berkembang sangat pesat, jauh dari apa yang kita bayangkan jika menengok kepada sejarah tempo dulu apalagi masa silam saat pertama kalinya ditemukan kertas, buku dan alat cetak. 

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Mesin Percetakan Offset

Saat ini mesin percetakan Offset dan Percetakan Digital Printing adalah jenis baru dalam dunia percetakan. Kedua jenis mesin percetakan ini bisa digunakan untuk mencetak kartu nama, leaflet, nota, majalah, buku, kalender dan berbagai jenis cetakan lain. 

Demikian pula saat semakin meluasnya penggunaan PC (personal computer) dirumah-rumah. Hanya dengan menggunakan perangkat lunak paket aplikasi perkantoran dalam sebuah komputer, semua kerumitan membuat tulisan dan gambar pada kertas pada masa lalu semua teratasi dengan cepat, lebih canggih, mudah dan hasil yang sempurna secara mandiri di rumah. 

Bahkan dengan modal mesin printer paling sederhana pun kita bisa mencetak buku sendiri dengan sampul dan jilid buku sederhana.

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan
Mesin Percetakan Digital Plotter

Sejarah Penemuan Kertas, Buku dan Percetakan telah mengalami revolusi yang sangat panjang. Hingga saat ini kita mengenal ada berbagai macam jenis Mesin Percetakan Offset dan Percetakan Digital, diantaranya adalah Mesin Cetak Offset, Mesin Cetak Digital Plotter, Mesin Cetak Digital Offset, Mesin Cetak Flatbed. Saat ini untuk melakukan percetakan selain menggunakan mesin utama tentulah membutuhkan mesin pembantu atau pendukung sehingga sebuah hasil cetak memiliki value yang dapat digunakan untuk branding perusahaan. Mesin-mesin pendukung atau mesin finishing dalam percetakan saat ini diantaranya adalah Mesin Laminating, Mesin UV Vernish, Mesin Pond, Mesin Hotprint, Mesin Lipat Kertas, Mesin Potong Kertas, Mesin Mata Ayam dan Mesin Creasing atau Rel.
Share :
PreviousPost
NextPost

Author:

0 Comments:

Rekomendasi