Uang Kertas 100 Rupiah Perahu Pinisi 1992, Edisi terakhir uang kertas 100 rupiah warna merah

Uang Kertas 100 Rupiah Kapal atau Perahu Pinisi adalah pecahan terakhir uang kertas 100 Rupiah yang dikeluarkan secara resmi dari bank indonesia. Ya, terakhir. Setelah tahun emisi 1992 ini, di kemudian hari kita tidak pernah melihat lagi adanya uang pecahan 100 rupiah kertas yang secara konsisten mengusung warna merah yang legendaris itu.
Edisi terakhir uang kertas 100 rupiah warna merah

Setelah sekian tahun didampingi oleh pecahan Koin 100 Rupiah bergambar Karapan Sapi yang dicetak lebih dahulu pada tahun 1991 pada edisi pertamanya, ia secara resmi menggantikan keberadaan uang kertas 100 Rupiah Kapal Pinisi yang telah dicabut pada tahun 2006. Tidak dilanjutkannya tradisi uang kertas 100 Rupiah warna merah ini, mungkin seiring dengan semakin menurunnnya nilai mata uang 100 Rupiah dari tahun ke tahun karena inflasi.

Uang Kertas edisi tahun 1992 ini, bagian depan bergambar Perahu Pinisi yang menyiratkan pesan dan simbol kehebatan nenek moyang kita di bidang maritim. Sisi belakang uang bergambar keindahan Anak Gunung Krakatau di tengah perairan Selat Sunda. Pengaman uang berupa Watermark Ki Hajar Dewantara yang tampak jelas saat diterawang, nomor seri terdiri dari prefix 3 huruf dan 6 angka, namun tanpa benang pengaman.

Menurut saya ini edisi uang kertas 100 Rupiah warna merah yang tidak terlalu bagus desainnya dari pada yang dulu-dulu, terlalu biasa. Saat ini banyak dicari untuk keperluan mahar atau koleksi numismatik dengan kisaran harga pasar sekitar Rp1.500 hingga Rp5.000 per lembar tergantung kondisinya di rentang tahun 2025-2026.

Secara resmi Uang Kertas 100 Rupiah Kapal/Perahu Pinisi ini diedarkan pada Desember 1992 dan dicabut peredarannya tahun 2006. 14 tahun uang ini menjalani masa dinas yang manis, menemani hari-hari anak anak Generasi Millenials. Ada millenials disini? Komen pengalaman anda tentang uang ini.
Share :
Latest
NextPost

Author:

0 Comments:

Rekomendasi