CARA TERNAK BURUNG MURAI-TIPS

cara ternak burung murai
CARA TERNAK BURUNG MURAI-TIPS. Burung Murai terkenal dengan suara indahnya, ciri khas burung Murai adalah ditandai dengan bulu hitam di seluruh tubuh, kecuali pada badan bagian bawah yang memiliki warna merah cerah dan sebagian kusam, serta sedikit warna biru di kepala, sementara kornya panjang menjuntai. Membiakkan burung Murai tergolong unik, diperlukan pendekatan secara personal antara Murai betina dengan Murai Jantan. Sebelum anda ingin mengawinkan antara indukan jantan burung murai dengan indukan Murai betina, silahkan pilih dulu calon-calon indukan yang baik, sehat dan mempunyai suara yang paling merdu untuk mendapatkan anak burung Murai yang bagus pula.

cara ternak burung murai


Cara ternak burung murai dimulai dengan pemilihan calon-calon indukan yang baik, langkah pertama adalah dengan memperkenalkan suara/kicauan indukan Jantan dan indukan Betina terlebih dahulu. Caranya dengan menempatkan kedua burung tersebut dalam sangkar gantung yang terpisah. Namun tetap usahakan berada kedua sangkar tersebut masih dalam satu area agar suara/kicauan antara indukan murai jantan dan suara kicauan indukan murai betina dapat saling terdengar. Satu lagi usahakan antara indukan murai jantan dan indukan murai betina tidak diperlihatkan terlebih dahulu, sehinga dalam hal ini diperlukan kain penutup sangkar (kerudung.

Setelah terjadi saling sahutan, biarkan sampai irama kicauan mereka seirama. (biasanya diperlukan waktu sekitar 2 sampai 3 hari, tetapi ini juga tidak mutlak, tergantung kondisi dilapangan). Dalam kondisi ini dianjurkan untuk memberian pakan hidup dan nutrisi yang cukup agar burung mencapai puncak birahi, sehingga mempermudah proses penjodohan. Makanan burung Murai batu adalah serangga kecil seperti jangkrik, ulat, laron, dan sebagainya. Tapi murai yang dipelihara juga makan pelet kombinasi kroto, jangkrik, ulat hongkong, telur lebah, dan poer (voer) yang banyak dijual di toko.


cara ternak burung murai
cara ternak burung murai


Cara ternak burung murai tidak terlepas dari proses cara penangkaran burung murai itu sendiri, adapun cara menangkarkan burung murai salah satunya adalah melalui proses seperti berikut ini. Setelah ada keseimbangan irama kicauan antara indukan murai jantan dan indukan murai betina, kini saatnya untuk mempertemukan mereka dengan tahap-tahap penangkaran burung murai sebagai berikut :

cara ternak burung murai


1. Buka masing-masing kerudung dengan jarak antara kedua sangkar berjauhan + 4 meter. Jangan terburu-buru untuk langsung mempertemukan mereka. Karena indukan Jantan dapat menyerang bahkan dapat membunuh indukan Betina. Kegiatan menjodohkan ini akan berlangsung berhari-hari, bahkan dalam hitungan minggu.

2. Setelah proses ini berjalan dengan baik dan terjadi kemajuan satu sama lain, tempatkan sangkar lebih dekat lagi. Misalnya persempit jarak sangkar mereka menjadi 1 meter – 2 meter. Biasanya kalo kedua burung sudah saling cocok, Individu Jantan akan memperlihatkan bahasa tubuh, seperti mengibas-kibaskan ekornya dan menampilkan suara yang merdu untuk menarik perhatian individu betina.

3. Jika reaksi indukan betina hanya berdiam diri di atas tangkringan saja, itu menandakan ia belum siap untuk kawin. Proses ini membutuhkan kesabaran.

4. Jika reaksi indukan betina mengambil posisi membungkuk dan melebarkan kedua sayapnya, itu menandakan is sudah benar-benar siap untuk kawin.

5. Jika keadaan seperti point d di atas, segera masukkan kedua indukan dalam kandang penangkaran yang besar. Keluarkan betina dari dalam sangkar, sedangkan indukan Jantan usahakan masih didalam sangkar yang digantung di dalam kandang besar. Biarkan proses penjodohan ini berlanjut sampai indukan Betina benar-benar siap untuk dikawinkan. Biasanya indukan betina akan sering hinggap disekitar sangkar indukan Jantan.

6. Setelah fase penjodohan memperlihatkan kemajuan yang baik, anda tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan indukan Jantan dari sangkar gantung.

Dalam beberapa kejadian, jika burung telah ditempatkan bersama-sama, mereka akan cepat melakukan aktifitas perkawinan.

Setelah ini berlangsung, indukan betina akan membangun sarangnya dalam waktu sehari dan akan mulai bertelur pertama kali setelah hari-hari berikutnya. Telur pertama, kedua dan ketiga biasanya merupakan telur yang tidak berproduksi/tidak menetas (infertilitas). Seringkali, jika kedua pasangan memasuki masa reproduksi, perkawinan tidak dilangsungkan secara cepat (tidak terburu-buru), sampai indukan Jantan benar-benar menerima indukan betina setelah terlebih dahulu terjadi proses penjodohan.

Indukan Jantan akan tampil atraktif dan bernyanyi merdu di depan indukan betina, seolah olah ingin mengatakan bahwa saya seorang gentlemen. Ia juga akan memeriksa kotak sarang. Ia perlu melihat apakah kotak sarangnya akan dapat menjadi tempat yang nyaman.

Selanjutnya ia akan masuk ke dalam kotak sarang dan memperhatikan dengan seksama untuk waktu yang lama, kemudian akan berkicau dengan pelan seolah memanggil induk betina dan menyuruhnya masuk ke dalam kotak sarang. Apabila induk Jantan meninggalkan kotak sarang, induk betina akan memeriksa kenyamananya, tetapi ia jarang keluar dari kotak sarang sebelum sang Jantan benar-benar membangun sarangnya.

Idealnya, burung harus membangun sarangnya beberapa hari setelah saling mengenal. Biasanya induk Jantan yang mulai menyusun sarang. Setelah separuh dari sarang terkumpul, induk betina akan segera keluar sarang dan mulai menyelesaikan sarangnya. Biasanya, setelah 2 hari berlangsung sarang akan selesai dan induk betina akan beristirahat.

Setelah kurang lebih 4 hari, induk betina akan mulai bertelur. Dalam sehari ia akan bertelur sekali. Jumlah telur yang akan dierami 3 dampai 4 telur. Bahkan ada yang sampai berjumlah 5 telur. Saat jumlah telur sudah mencapai 3 butir, induk betina biasanya sudah mulai melakukan pengeraman.

Telur dierami induknya selama dua minggu. Anakan burung biasanya dibiarkan dipelihara induknya sampai usia sekitar satu minggu. Pada saat itu, anakan burung dinilai sudah mampu untuk mencerna makanan sendiri dan bulu-bulunya pun sudah tumbuh sempurna. Anakan burung kemudian siap dipisahkan dari induknya.
Anakan burung tangkar biasanya diberi cincin pada kakinya. Lalu, anakan tersebut dipelihara dalam kandang terpisah. Perlu perhatian yang intensif agar anakan burung tersebut tidak kelaparan, sakit, atau bahkan mati.

Untuk menurunkan risiko kematian anakan burung, biasanya penangkar memberikan tambahan vitamin bayi, dan penghangat kandang. Sedangkan induknya, selepas dipisahkan dari anaknya, biasanya akan segera bertelur setelah sekitar satu atau dua minggu . Pada saat usia seperti ini makanan yang diberikan hanya berupa kroto segar. Pemberian jangkrik dilakukan setelah piyikan berumur sekitar duapuluh hari.


cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai
cara ternak burung murai


Itulah tips cara ternak burung murai secara singkat yang bisa saya share di sini, dari sisi ekonomis dewasa ini selain ternak burung lovebird, ternak burung murai juga sedang populer dan menjanjikan karena keduanya mempunyai nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Semoga bermanfaat, terimaksih telah berkunjung.
Share :
PreviousPost
NextPost

Author:

1 komentar:

  1. Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat sekali bagi usaha saya dan yang lainnya

    Burung Puyuh di Bandung

    BalasHapus

Rekomendasi