Iklan kuno antara seni dan promosi

Mata adalah jendela hati...demikian ungkapan lama itu tetap saja terasa up to date hingga sekarang,tak lekang tak lapuk oleh perkembangan bahasa Indonesia yang semakin terpinggirkan dengan istilah - istilah asing dan istilah - istilah prokem populer yang semakin tercampur aduk kedalam bahasa kita yang kita cintai ini.

Adalah benar adanya dan tentunya kita setuju bahwa ada ungkapan bahwa mata adalah jendela hati dengan ini kita tak perlu membahasnya lagi, kenapa bisa demikian...hehehehe...walaupun saya yakin ungkapan diatas sebenarnya bisa saja di jelaskan secara ilmiah, karena aku bukan ahlinya, ya ngga berani ngejelasin deh, takut salah.

Nah itu kalo Mata, salah satu panca indera terpenting kita, sekarang gimana kalau yang kita bahas mengenai iklan (ck..ck..ck..ngga ada hubunganya blabar blass ya) kalo mata adalah jendela hati, maka iklan adalah jendela.

Yang jelas seperti yang kita tahu, bahwa sebuah produk tak akan lepas dengan yang namanya iklan, sumpah deh, hidup kita sendiripun. Ada yang berani membatah ngga ya, kalau yang kita pakai semua ini semua adalah korban dari iklan, dari ujung sepatu hingga ujung rambut. 

Bahkan dari bahasa verbal yang keluar dari mulut kita sering terjebak bahasa - bahasa gaul di TV, dari jati diri hingga ideologi, dari iklan bumbu masak hingga yang paling mutakhir adalah iklan politik, menggempur mata dan merayu kita setiap hari, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. 

Nah di blog anda pun pasti ada iklannya bukan? eh punyaku juga ada sih, walaupun, sedikit bullshit earningnya alias nol. Iklan..entahlah yang jelas iklan udah ada sejalan dengan lahirnya sebuah produk...kalau begitu bisa dikatakan iklan sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu.

Seiring dengan adanya sistem barter hingga jual beli, mungkin diawali dengan iklan dari mulut ke mulut, seiring dengan berkembangnya dunia tulis baca, tentunya berkembang pula dunia jurnalisme dan advertisement melewati waktu yang sangat panjang. 

Hingga akhirnya iklan dapat disampaikan melalui media masa seperti sekarang ini. Nah dibawah ini ada beberapa contoh iklan dari jaman baheula ( hasil dari googling, mohon ijin diunggah dari yang punya ). 

Tampak sekali iklan pada jaman dahulu semuanya terlihat masih sangat bersahaja, apa adanya. Dan terus terang saja membuatnya tentu lebih sulit dari pada buatan para desainer sekarang yang sudah dimanjakan dengan berbagai teknologi. 

Gambar - gambar dibawah kalo kita cermati dari desain gambar maupun pesan tulisannya kadang akan membuat kita tersenyum simpul, atau bahkan membawa khayalan kita ke masa lalu saat kita belum lahir... (lho..) ?


























Kita juga bisa melihat dengan tulus keseriusan para disainer iklan jaman dahulu dalam memvisualisasikan komunikasi pada publik dan konsumen khususnya untuk menyampaikan pesan produk yang dipromosikan. 

Semua iklan tersebut tampak original dibuat dengan ilustrasi tangan, meskipun sudah ada yang menggunakan seni fotografi apa adanya. Dibandingkan dengan desain iklan sekarang tentunya iklan jaman dahulu tak ada apa - apanya, tapi sungguh iklan jaman dahulu sesuai dengan perkembangan kondisi jaman akan semakin banyak dicari sebagai bahan referensi. 

Bahkan dianggap sebagai karya seni klasik yang wajib dikoleksi, seperti memburu lukisan Van Gogh bahkan ada kecenderungan sekarang ini ada beberapa produk menampilkan iklannya bergaya retro lihat gambar ini deh.


gambar dari
http://tempodoeloe.blogdrive.com/
http://serbavintage.blogspot.com/
Share :
PreviousPost
NextPost

Author:

2 komentar:

Rekomendasi